Minggu, 03 Februari 2019

Kabar Blok Muralim

Blok Muralim saat ini dikuasai oleh NuEnergy dan juga Medco. cadangan gas blok muralim yang berlokasi di 65 kilometer dari jalur utama gas pasar jawa dan juga ekspor malaysia dan singapura ini memiliki cadangan gas di tempat atau (gas in place) sebesar 1.436 miliar kaki kubik (BCF). Sementara itu, cadangan harapan (P3) blok muralim adalah sebesar 682 BCF (miliar kaki kubik).
Blok Muralim
Blok Muralim

Blok Muralim juga terletak di sekitar 140 kilometer dari pusat kota industri prabumulih dan palembang, kota pusat pertumbuhan ekonomi. Saat ini, Dart Energy Pte Ltd anak perusahaan NuEnergy berencana untuk mengakuisisi hak kelola mitranya, Medco pada blok muralim agar perusahaan asal Australia tersebut dapat memiliki hak kelola mencapai 100%.

Unggul Setyatmoko, Chief Operating Officer NuEnergy juga menjelaskan bahwa akuisisi tersebut akan segera dilakukan nanti setelah mendapatkan restu dari Kementerian ESDM. Arcandra Tahar, Wakil Menteri ESDM menyebutkan bahwa blok muralim merupakan salah satu dari toal 6 blok yang akan mengalami perubahan kontrak dari yang sebelumnya cost recovery menjadi skema kontrak grss split dengan target perubahan kontrak pada bulan depan.

Teks Debat Kedua Pilpres

Debat Kedua Pilpres akan segera verlangusng. Debat Kedua Pilpres tersebut rencannaya akan dilangsungkan pada bulan Februari mendatang yang hanya melibatkan masing - masing calon Presiden saja tanpa mengikut sertakan calon wakil presiden di dalam debat pilpres. Akan tetapi, para calon wakil presiden turut diundang untuk dapat menghadiri debat kedua pilpres 2019 ini.
Debat Kedua Pilpres
Debat Kedua Pilpres

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto tengah menggandeng dan melibatkan sejumlah pakar dalam mempersiapkan debat kedua pilpres tersebut. Sejumlah pakar tersebut nantinya akan memberikan masukan yang bermanfaat untuk Prabowo terkait tema debat antara lain energi, pangan, lingkungan hidup, sumber daya alam (SDA), dan juga infrastruktur.

Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno menerangkan bahwa sejumlah pakar tersebut berlatar belakang akademisi dan tokoh - tokoh lembaga swadaya masyarakat atau LSM yang pakarnya dalam membidangi masalah - maslaha terkait tema debat kedua pilpres. Adapun sejumlah pakar yang menjadi masukan untuk PRabowo yakni Rizal Ramli, Sudirman Said, Said Didu, Dradjad Wibowo, dan Kwik Kian Gie.

Jadwal Debat Pilpres Kedua

Debat Pilpres Kedua akan segera dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2019. Dengan tema debat kedua yakni mengusung energi dan pangan, SDA (sumber daya alam), infrastruktur dan lingkungan hidup. Rencananya debat pilpres kedua ini akan diselenggarakan di stasiun televisi seperti GTV, RCTI, MNC TV, dan juga inews TV. Di dalam debat pilpres kedua tersebut juga akan dimoderatori oleh Anisha Dasuki dan juga Tommy Tjokro.
Debat Pilpres Kedua
Debat Pilpres Kedua

Debat Pilpres kedua ini hanya akan melibatkan masing - masing calon presiden sebagai peserta debat. akan tetapi, para calon wakil presiden juga turut diundang untuk menghadiri acara debat calon presiden tersebut. Debat pilpres kedua 2019 ini Komisi pemilihan umum juga tengah menyiapkan tempat untuk Ma'ruf AMin dan juga Sandiaga uno ketika debat berlangsung ujar Ketua KPU Arief Budiman.

Arief juga menyebutkan bahwa tentunya KPU sangat berharap capres dan juga cawapresnya turut hadir. Sementara itu, Aria Bima Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin juga memastikan bahwa Maruf akan hadir dalam acara debat kedua pilpres 2019 tersebut. Begitupun juga dengan Sandiaga Uno yang menyatakan hadir dalam debat pilpres kedua 2019 tersebut.

Ekspor Jagung 2019

Ekspor Jagung akan dicanangkan oleh Kementerian Pertanian. Namun di sisi lain, Kementerian Pertanian juga tengah mengajukan impor jagung untuk kebutuhan di dalam negeri. Tentunya hal ini akan menjadi pertanyaan, Bagaimana bisa ekspor jagung akan tetapi disaat bersamaan berkeinginan untuk impor jagung. Pemerintah akan mengekspor jagung jika harga jagung telah menyentuh harga sebesar 3000 ribu rupiah per kilogramnya, hal ini diungkapkan oleh Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.
Ekspor Jagung
Ekspor Jagung

Rencana ekspor ini disebutkan oleh Amran dalam sela - sela rapat kerja di Kompleks Palemen dengan Komisi IV DPR. Amran berujar bahwa puncak panen akan menyebabkan stok jagung nasional melimpah ruah sehingga dapat dilakukan upaya ekspor. Ekspor jagung ini jga akan dilakukan dari sentra produksi jagung nasional di sulawesi dengan negara tujuan Filipina.

Di sisi lain, pemerintah berencana untuk mengimpor jagung seberat 30 ribu ton dengan alasan untuk mengendalikan harga jagung di dalam negeri. Tentunya hal ini menjadi dilematis karena pemerintah melakukan ekspor dan juga impor jagung secara bersamaan. Di satu sisi Pemerintah membuthkan impor jagung untuk mengendalikan harga jagung dan harga ayam telur, di sisi yang lain juga akan berimbas pada kelangsungan hidup petani jagung lokal.

Impor Jagung Untuk Pakan Ternak

Bulog kembali akan melakukan Impor Jagung yang khusus untuk pakan ternak. hal ini dilakukan untuk menjaga harga jagung ternak agar kembali normal dari yang sebelumnya berada di kisaran harga 5 ribu rupiah agar dapat turun ke kisaran harga yang diteapkan pemerintah yakni di kisaran harga sebesar 4 ribu rupiah. Tentunya, lonjakan harga jagung untuk pakan ternak nantinya akan turut mengerek harga yang alin, seperti hasil produksi ternak seperti dagung dan lain sebagainya.
Impor Jagung
Impor Jagung

Perum Bulog akan melakukan impor jagung untuk kebutuhan ternak dengan berat sebesar 150 ribu ton. Hal ini berdasarkan permintaan dari Pemerintah pusat pada rapat di Istana negara hari kamis tanggal 24 Januari 2019 yang lalu. Nantinya, tender jagung impor hanya diberikan untuk eksportir yang berasal dari Brazil dan juga argentina.

Hal ini berdasarkan dokumen lelang tanggal 25 Januari 2019 yang telah dicantumkan pada laman resmi bulog. Sebanyak 30 ribu ton jagung impor akan masuk ke pelabuhan Cigading Banten, sisanya yakni seberat 120 ribu ton akan masuk melalui pelabuhan tanjung perak di surabaya.

Efektifkah Penyaluran Dana Desa

Penyaluran Dana Desa dinilai telah opitmal dalam membangun kehidupan bermasyakat desa baik dari segi ekonomi maupun infrastruktur. Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan bahwa ada beberapa perubahan penting terkait alokasi dana desa. Seperti perubahan pada alokasi DAU (Dana alokasi umum) yang kembali menjadi ebrsifat final sehingga nantinya lebih menjamin kepastian sumber pendanaan untuk APBD (anggaran Pendapatan dan belanja Daerah).
Penyaluran Dana Desa
Penyaluran Dana Desa

Di tahun 2019 ini, Pemerintah telah mengalokasikan dana desa dengan besaran 70 triliun rupiah dan transfer daerah dengan besaran 756,8 triliun rupiah. Sementara itu, secara khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dana desa dan juga transfer daerah telah mengalami kenaiakn yang cukup bervariasi di tahun 2019 ini.

Seperti diketahui, penyaluran dana desa selama empat tahun dari tahun 2015 sampai dengan 2018 telah memberikan banyak manfaat untuk masyarkaat desa. Selama empat tahun itu pula dana sebesar 188 triliun rupiah telah digelontorkan pemerintah utnuk membangun banyak infrastruktur dan meningkatkan indikator kesejahteraan desa sehingga menurunkan tingkat kemiskinan nasional.

Ekspor Minyak Sawit Mengalami Penurunan

Ekspor Minyak Sawit Nasional kesejumlah negara - negara ASEAN secara umum mengalami keniakan meskipun tidak terlalu banyak secara keseluruhan. Akan tetapi, ekspor minyak sawit nasional untuk 3 negara ASEAN mengalami penurunan yang cukup jauh hingga 50%. Turunnya harga minyak sawit secara global memaksa menyusutkan pemasukan devisa ekspor negara penghasil minyak sawit ke negara yang berada di kawasan asia ternggara.
Ekspor Minyak Sawit
Ekspor Minyak Sawit

Adapun negara tujuan ekspor sawit nasional di ASEAN yang mengalami penurunan antara lain adalah Tahiland yang mengalami penurunan hingga ke level 5,48% yakni menjadi 10 ribu ton jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni bulan Januari sampai dengan Oktober 2017. Kemudian ekspor sawit ke singapura juga mengalami penurunan yakni sebesar 43,34% yakni menjadi 298 ribu ton jika dibandignkan dengan periode sebelumnya.

Kemudian diikuti oleh ekspor minyak sawit ke filipina yang mengalami penurunan yakni sebesar 1,86% dari periode sebelumnya menjadi 428 ribu ton. Di sisi lain, ekspor minyak sawit ke malaysia, Myanmar, dan Vietnam mengalami kelonjakan ekspor. Sehingga secara umum, eskpor minyak sawit nasional di wilayah negara ASEAN mengalami kenaikan.